Gegara Tambang Emas Ilegal di Halsel 9 Nyawa Melayang 

Kamis, 8 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi berbahayanya tambang emas ilegal (Dok//Sadam)

Ilustrasi berbahayanya tambang emas ilegal (Dok//Sadam)

LABUHA – Dugaan jual beli Bahan Berbahaya (B2) berupa mercuri dan sianida pada tambang emas Ilegal di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara marak terjadi.

Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Ilegal di Halsel terlihat penambangnya sedang menggunakan merkuri dan sianida saat pengolahan material yang mengandung emas.

Sejumlah tambang emas ilegal itu diantaranya lokasi Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat, lokasi Soasangaji dan Desa Manatahan Kecamatan Obi Barat.

Ketiga PETI itu penambangnya masih laris gunakan bahan berbahaya (B2) berupa merkury dan sianida.

Selain itu, dari rangkuman Redaksi Segmen menyebutkan pengusaha yang dibeking menjual Mercuri dan Sianida secara ilegal di tambang rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi serta 3 lokasi tambang ilegal lainnya yang saat ini beroperasi.

Baca Juga :  SPPD Fiktif 8 Dinas di Halsel Mencuat

Selain penggunaan Barang Berbahaya (B2) di tambang emas ilegal, selama 2024, Redaksi Segmen juga mencatat sebanyak 9 orang penambang yang meninggal dunia akibat terjebak dan longsor di dalam lubang terowongan tambang tanpa izin.

Dari 9 korban itu diantaranya 5 korban dari Tambang Rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi yakni, Fajrin Abdullah (21) asal Desa Molutabu Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Ronal Kasim (20) Asal Dusun Karang Indah Desa Olibu Kecamatan Paguyaman pantai Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, Farit La Ode Gafur (20) asal Dusun Mombinge Desa Olibu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo dan Adam Ayuba (26) asal Dusun Otalangga Desa Biluhu Tengah Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo serta La Endong Mokodompit (49) asal Dusun 2 Desa Otam Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondou Provinsi Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Polda Malut Bidik Pemilik Cyanida di Halsel

Kelima korban tersebut tertimpa longsor pada Tanggal 17 Februari 2024 lalu. Ironisnya hanya Jasad La Endong yang berhasil di Evakuasi, sementara 4 rekannya tidak dapat di evakuasi dan masih tertimpa longsor.

Para korban dipekerjakan Hj. Dewi tanpa Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Izin Indrusteri Pengolahan Emas.

Terbaru, 4 korban meninggal dunia akibat terjebak di dalam lubang terowongan karena tergenang air di tambang emas ilegal Desa Kusubibi pada Rabu (07/08) kemarin.

Berikut identitas 4 korban tersebut, Jair Idris (38) dan Abjad Sarif (43) Asal Desa Peleri Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara, Risky (23) asal Desa Togawa Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara dan Rais (38) Asal Desa Dorolamo Kecamatan Kayoa Kabupaten Halsel.

Baca Juga :  Proyek Pekerjaan Bandara Sultan Babullah Ternate Terancam Gagal

Mereka dipekerjakan oleh Adi salah satu pemilik lubang terowongan bernama asal Desa Peleri Kecamatan Malifut Kabupaten Halut.(red)

Berita Terkait

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort
ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur
Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi
40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026
Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN
Terseret Kasus Jual Tanah Topsoil Polres Halsel Periksa Kades Hidayat
Uji Komitmen Kapolres Halsel Tutup Tambang Ilegal di Kali Raim Liaro
Fajri Ahmad Anak Buah Sherly di Halsel Jadi Tukang Jual Tanah Topsoil Ilegal
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:07 WIB

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32 WIB

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:42 WIB

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:29 WIB

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Kadisparekraf Halsel, Ali Dano Hasan. Foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

PWI Sebut Kadisparekraf Halsel Rasa Jubir Kusu Island Resort

Jumat, 31 Jul 2026 - 12:07 WIB

Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terkini

ASN KPH Jual Tanah Topsoil Ilegal 30 DPR Halsel Tidur

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:32 WIB

Sahmar M. Zen, Direktur PARADE Maluku Utara. foto Sadam Hadi|Segmen

Berita Terkini

Desak Pemda Halsel Percepat WPR Kusubibi

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:42 WIB

Berita Terkini

40 ASN Pemda Halmahera Selatan Ikut PKA 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:29 WIB

Berita Terkini

Pemda Halsel Pelopor Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WIB