LABUHA – Perbedaan dukungan dalam pemilihan umum menjadi sesuatu yang lumrah dan bahkan penyatuan kekuatan besar dalam kepentingan orang banyak juga menjadi hal yang dinamis. Hal itu terlihat sangat jelas di Pemilihan Kepala Daerah Halmahera Selatan yang masih belum dianggap lamah itu.
Pilkada Halsel secara serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2015 lalu ada 4 pasangan calon yang ikut bertarung dengan masing dukungan dari berbagai partai politik yakni Paslon nomor 1 Amin Ahmad dan Jaya Lamusu didukung PDI-Perjuangan, Partai Nasdem, PKB dan PKPI kemudian Paslon nomor 2 Rosihan Djafar dan Benny Parangkuhan didukung PAN dan Partai Demokrat serta Paslon nomor 3 Ponsen Sarfa dan Sagaf Taha yang didukung Partai Golkar dan Partai Gerindra.
Sementara itu, Paslon nomor 4 Bahrain Kasuba dan Iswan Hasjim yang didukung PKS dan Partai Hanura.
Pilkada Halsel Periode 2015-2020 dikala itu kemudian berakhir di Mahkama Konsitusi, atas gugatan Bahrain-Iswan terhadap kemenangan Paslon nomor 1 Amin-Jaya dengan selisih 18 suara sesuai pleno Komisi Pemilihan Umum Halsel.
Mahkama Konsitusi kemudian memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dibeberapa titik dan Komisi Pemilihan Umum Provisni Maluku Utara mengambil alih PSU pada Pilkada Halsel dari Komisi Pemilihan Umum Halsel.
Dari Hasil PSU itu kemudian diputuskan Mahkama Konsitusi bahwa Pilkada Halsel dimenangkan oleh Paslon nomor 4 Bahrain-Iswan atas selisis 42 suara dengan Paslon Amin-Jaya.
Namun 4 kekuatan Paslon itu kini dikatakan telah bergabung bersama Paslon Bupati dan Wakil Bupati Halsel nomor 2 Usman Sidik dan Hassan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam). Kenapa tidak Usman-Bassam nyata-nyata didukung 9 partai politik yakni PKB, PKS, PSI, Partai Demokrat, PAN, Partai Golkar, PDI-Perjuangan, Partai Berkarya dan Partai PKPI.
Partai politik yang mendukung Usman-Bassam itu memilki 21 kursi dari 30 kursi DPRD Halsel. Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Koalisi Pemenangan Usman-Bassam, Husni Salim.
Husni Salim mengatakan dari segi dukungan partai politik terhadap Usman-Bassam sangat besar karena ada 4 kekuatan besar kini bersama yaitu 9 partai pendukung Usman-Bassam di Pilkada Halsel 2020 ini.
Sebelumnya di tahun 2015 ada 4 pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Halsel yakni Paslon Amin Ahmad dan Jaya Lamusu (Amin-Jaya), Rosihan Djafar dan Parangkuhan (Rosihan-Benny), Paslon Ponsen Sarfa dan Sagaf Taha (Ponsen-Sagaf) serta partainya petahana Bahrain Kauba dan Iswan Hasjim juga telah mendukung Usman-Bassam.
“9 partai ini selalu baku lawan, contoh saja di 2015 PKS lawan PDI-Perjuangan sekarang partainya Amin-Jaya tamba dia pe tim pendukung ada di pasangan ini (Usman-Bassam). Ada pasangan Ponsen-Sagaf waktu itu dorang dengan Golkar hari ini pasangan Ponsen-Sagaf juga ada disini, kemudian ada Rusihan-Benny dan partai serta timnya Bahrain-Iswan juga ada di Usman-Bassam,” papar Husni Salim yang juga Ketua DPD PKS Halsel itu saat orasi politik di Desa Sum, Kecamatan Obi Utara belum lama ini.
Husni Salim mengakui perhelatan Pilkada 2015 lalu partai politik yang bersebrangan itu saat ini telah kerja bersama untuk kemenangan Paslon nomor 2 Usman-Bassam 9 Desember 2020 mendatang demi kemajuan Halsel lebih baik 5 tahun kedepan.
Apalagi kata Husni masyarakat Desa Sum khusus dan Pulau Obi umumnya juga mendukung Usman-Bassam maka kekuatan menuju kemenangan Usman-Bassam sangat luar biasa.
“Paslon Usman-Bassam sangat berharap doa dan dukungan masyarakat Obi demi Halsel lebih baik lagi 5 tahun kedepan,” aku mantan Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Labuha itu.(sif/red)












