LABUHA – Seorang kontraktor nekat rusaki kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Informasi yang dihimpun segmen.co.id menyebutkan, kontraktor itu diketahui bernama Tamrin Hi Hasjim. Tamrin mendatangi kantor BPBD Halsel bersama satu rekannya pada Rabu (30/03) tadi.
Keduanya datang sekira pukul 10:30 Wit, membawa senjata tajam (parang) mencari kepada BPBD Halsel Abukarim La Tara. Setiba di kantor keduanya setelah mengetahui Abukarim La Tara tidak berada diruangan, Tamrin langsung memotong pintu ruangan Abukarim La Tara menggunakan parang.
Tamrin selain memotong pintu ruangan, dia juga memotong kaca jendela hingga rusak.
Akibat tindakan yang tak terpuji itu pintu ruangan Kepala BPBD dan dua jendela kaca rusak. Tak berselang lama Tamrin Hi Hasim dan kawannya langsung dijemput empat anggota Polres Halsel untuk diamankan.
Empat anggota reskrim langsung mengamankan kedua pelaku pengrusakan bangunan pemerintah itu.
Kepala BPBD Halsel Abukarim La Tara mengatakan saat kejadian dirinya tidak berada di Kantor. Dirinya berada di Aula Kantor Bupati kegiatan musrembang.
“Tadi saya di kantor bupati,” ujarnya.
Abukarim menyayangkan sikap kedua orang itu yang merusaki fasilitas pemerintah tanpa ada alasan yang jelas. “Sayang juga e kenapa dia brutal begitu,” bebernya.
Kabid Kesiap Siagaan BPBD Halsel Soleman Hajiji ketika dikonfirmasi mengatakan kontraktor yang bernama Tamrin dan salah satu lagi yang mengenakan kaos merah bertulisan pers itu sekira pukul 10.30 WIT mendatangi kantor Bencana membawa barang tajam (parang). Keduanya menuju ruang Kapal BPBD.
Soleman bilang, Tamrin dan kawannya nekat merusaki dua buah kaca dan memotong pintu Kepada BPBD Halsel Abukarim La Tara.
“Dong dua datang bawa parang. Yang pegang parang itu pake kaos merah ada tulisan pers. Dia (Tamrin) tra dapa pak Abukarim babale ambe parang kong potong pintu deng dua jendela,” kata Suleman.
Kasat Reskrim Polres Halsel IPDA Dwi Aryo Prabowo mengatakan, saat ini penyidik melakukan pemeriksaan.
“Sementara masih kami periksa,” singkat Aryo.
Sekedar diketahui puluhan staf BPBD Halsel yang menyaksikan aksi pengrusakan tak bisa berbuat apa-apa sebab kedua pelaku itu memegang senata tajam (parang).
Bahkan kedua pelaku ini tahu Abukarim La Tara tak berada dikantor langsung mengancam merusak fasilitas/kanto ini.
Untuk diketahui Tamrin Hi. Hasim diduga mengamuk karena proyek pekerjaan pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Doro Kecarmatan Gane Barat pada tahun 2020 dengan nilai/pagu 3.6 miliyar di BPBD Halsel belum terbayarkan. Proyek tersebut dikerjakan dirinya sejak 2020 lalu namun hingga 2022 belum semua terbayarkan.(sh)












