LABUHA – Upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dalam meningkatkan layanan dasar air bersih terus menunjukkan capaian signifikan.
Dari total usulan anggaran sekitar Rp200 miliar ke APBN, sejumlah program peningkatan layanan dan kualitas air bersih telah diakomodir pemerintah pusat, terutama pembangunan SPAM Makian- Kayoa serta persiapan lanjutan untuk wilayah Obi.
Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, saat ditemui Redaksi Segmen.co.id diruang kerjanya Jumat, (14/11/2025), mengemukakan usulan Pemda Halsel meliputi SPAM Makian–Kayoa, SPAM Labuha–Bacan Timur, SPAM wilayah Obi, serta SPAM Gane Barat dan Gane Timur.
Dari berbagai usulan tersebut, Soleman bilang Pemerintah Pusat telah mengakomodir SPAM Kayoa, sementara untuk SPAM Makian dan SPAM Obi, PDAM bersama Dinas Perkim telah merampungkan seluruh dokumen Readyness Criteria (RC) sebagai syarat utama pendanaan pusat.
“Alhamdulillah seluruh dokumen, termasuk pemenuhan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB), sudah lengkap. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah melalui Bupati Halsel, Bassam Kasuba, dan telah terakomodir dalam RKA Kabupaten tahun 2026,” ujar Soleman.
Menurutnya, melalui skema APBN sebesar 45 Miliar dan sering APBD 5 Mikiar sehingga Pemda Halsel menargetkan Rp50 miliar dialokasikan khusus untuk wilayah Makian–Kayoa pada 2026. Pekerjaan nantinya akan fokus pada daerah-daerah yang selama ini masih minim layanan air bersih.
Lanjut, titik pengembangan layanan diarahkan pada desa-desa yang belum tersentuh, di wilayah Kayoa termasuk: Sagawele, Posi-posi, Guraping, Bajo, Gayap, Karamat, Ngokomalako, Larumbati, hingga Mudayama.
Selain itu, wilayah Obi dan Makian juga masuk dalam fokus kerja PDAM dan Pemda Halsel untuk 2026.
Lebih jauh lagi, sementara untuk wilayah Obi, Pemda Halsel telah menyiapkan dukungan pendanaan melalui APBD Pokok 2026, sebagai langkah awal sebelum intervensi APBN masuk dalam tahap berikutnya.
Soleman juga menambahkan, bahwa Pemda Halsel bersama PDAM dan Kementerian PUPR melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Maluku Utara menargetkan proses pelelangan dini dilakukan pada Desember 2025. Dengan demikian, pekerjaan fisik dapat dimulai awal tahun anggaran 2026.
“Pelayanan dasar kepada masyarakat menjadi komitmen bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Fokus peningkatannya adalah pada cakupan layanan serta kualitas air minum. Kita juga akan membangun tritmen, yakni instalasi pengelolaan air lengkap,” tambahnya.
Dengan rampungnya dokumen RC, dukungan anggaran, serta sinergi bersama Kementerian PUPR, Pemda Halsel menegaskan bahwa peningkatan layanan air bersih bukan hanya target pembangunan, tetapi menjadi komitmen fundamental dalam pelayanan dasar kepada masyarakat.
Soleman menambahkan capaian ini menjadi langkah strategis bagi Halsel menuju layanan air minum yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh wilayah kepulauan.(red)












