OBI – Menyambut World Fisheries Day atau hari Perikanan Dunia yang jatuh pada 21 November tahun 2021. Yayasan masyarakat dan perikanan Indonesia (MDPI) bekerja sama dengan Nelayan Fair Trade Pulau Bisa kepulauan Obi dimana melaksanakan sejumlah kegiatan untuk para nelayan
Kegiatan yang dipusatkan di balai desa madapolo timur kecamatan Obi Utara itu dimuali hari pada Jumat (19/11). dengan di awali sosialisasi terkait perikanan berkelanjutan yang di hadiri oleh Pemerintah Desa, nelayan umum, nelayan Fair Trade Madapolo timur, nelayan Fair Trade Madapolo Barat, Tokoh Agama, dan Staf MDPI.

Sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Madapolo timur, Nujul Zaami. Dalam sambutannya, Kades Nujul menyampaikan bahwa MDPI hadir di Madapolo suda selama 4 tahun dan banyak memberikan perubahan terhadap masyarakat nelayan dan membantu pemerintah desa karena sudah mengajak nelayan untuk bersama menjaga lingkungan khususnya laut.
Usai dibuka oleh kepala desa, kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi yang pertama terkait perikanan berkelanjutan yang di sampaikan langsung oleh 2 Nelayan Fair Trade yakni Alwan Saadi dan Aswat Jamaludin.
Materi yang di sampaikan diantaranya tentang sumber daya ikan tuna yang kabarnya sampai saat ini menjadi tanda tanya besar terhadap nelayan skala kecil di Pulau Bisa.

Seperti diketahui hingga saat ini belum ada solusi dari pemerintah tentang regulasi baku tentang kapal-kapal dan rumpon sehingga bisa tertata sesuai aturan yang berlaku dari pemerintah.
Dengan begitu nelayan bisa kembali melaut secara mudah saat mencari ikan tuna. fishing ground lebih dekat dan tidak harus bermalam berhari- hari.
Materi tentang ekosistem laut pun tak luput. 2 nelayan champion Sarno Lajiwa dan Suharlan Arisa, hadir sebagai narasumber. Keduanya menitikberatkan bahwasanya nelayan harus bersama-sama menjaga laut, dengan cara tidak buang sampah ke laut,
“dilarang membunuh hewan-hewan laut yang di lindungi, sehingga laut kita tetap terpelihara demi anak cucu kita di kemudian hari” ucap pemateri
Acara pun berlanjut dengan sesi nonton video bersama dengan para nelayan yang mana tayangan tersebut terkait pendataan, ekosistem laut dan dampak pencemaran lingkungan akibat sampah.
Esok harinya, 4 sekolah dasar yang ada di pulau bisa pun hadir tepatnya pada hari kedua kegiatan. Sabtu (20/11), 4 Sekolah Dasar tersebut yakni SDN 206, SDN 207, SDN 109 dan SDN 41 Kabupaten Halmahera Selatan.

Field Staff MDPI Maluku Utara, Marwan Adam. terkait hal ini berharap agar kegiatan tersebut sama-sama bisa turut memeriahkan Hari Perikanan Dunia. serangkaian mata lomba pun diikutkan guna meramaikan kegiatan yaitu lomba memindahkan air secara estafet, panjat pinang di atas air laut dan tarik tambang menggunakan perahu.
“Semua rangkaian kegiatan ini intinya memberikan edukasi kepada anak-anak untuk terus menjaga lingkungan dari sampah sehingga laut tetap bersih, laut bersih banyak ikan nelayan sejahtera. Happy people many fish” jelasnya. (Ipl)












