LABUHA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui berbagai inovasi.
Salah satu inovasi yang mendapat dukungan penuh dari Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba adalah Program Literasi Stunting (PROLISTA).
Inovasi PROLISTA merupakan sebuah proyek perubahan yang dirancang Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Aslima Kasuba SKM,Mkes, yang juga sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan 1 tahun 2026.
“PROLISTA merupakan inovasi berbasis digital yang dikembangkan untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui edukasi, pemanfaatan data faktor determinan, serta kolaborasi lintas sektor,” ungkap Aslima kepada wartawan usai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Soaialisasi Prolista di ruang Aula Kie Besi, Jumat (10/7/2026) lalu.
Aslima menjelaskan, aplikasi ini menyediakan berbagai layanan edukasi, konsultasi, pemantauan tumbuh kembang anak, pemetaan sebaran stuntitng (peta zona merah stunting) sekaligus notifikasi pemberitahuan setiap temuan kasus secara real time kepada Bupati, OPD terkait, seluruh Camat dan 32 kepala puskesmas sebagai bahan intervensi sesuai dgn tanggungjawab. Kemudian, fitur layanan ukur stunting mandiri.
Layanan ini memudahkan masyarakat untuk mengukur anaknya secara mandiri, layanan AKG angka Kecukupan gizi fitur ini akan mengarah untuk di berikan asupan gizi sesuai prosedur setiap kali temuan kasus anak dgn permasalahan gizi nya, kemudian fitur literasi(e_book Stunting ), fitur ini memudahkan seluruh masyarakat halsel untuk belajar pencegahan stunting secara mandiri, dan berbagai fitur lainnya yg disatukan dalam satu aplikasi PROLISTA.”Prolista menjadi teknologi pertama dalam pencegahan stunting terintegrasi satu data satu aksi perubahan,”jelasnya.
Aslima menegaskan, PROLISTA dirancang sebagai bagian dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator dengan tujuan membangun sistem literasi stunting yang terintegrasi. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, data faktor determinan stunting dapat dihimpun dan dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan serta intervensi yang lebih tepat sasaran.
Program ini juga mendorong kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah dalam menangani faktor-faktor penyebab stunting, seperti sanitasi, akses air bersih, kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan keluarga, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan daerah mengenai penanggulangan stunting terintegrasi dan peran desa dalam pencegahan stunting.
Melalui dukungan penuh Bupati Halsel, PROLISTA diharapkan menjadi inovasi yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan. Program ini juga diharapkan menjadi model percepatan pencegahan stunting yang efektif melalui penguatan literasi masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan generasi Halmahera Selatan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,”tegasnya.
Sementara Bupati Halsel Bassam Kasuba menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut karena dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkualitas. Menurutnya, percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat.
“PROLISTA merupakan langkah inovatif yang mampu memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program ini,”pungkasnya.(red)












