![]() |
| Suasana aksi. foto:adhi//segmen.co.id |
Ratusan massa yang mengatasnamakan Front Aliansi Peduli Masyarakat Pelita (APMP) menggelar aksi didepan kantor Inspektorat kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Rabu (18/9).
Dalam aksi itu, APMP Halsel mendesak Inspektorar menindaklanjuti dugaan kasus tidak transparan anggaran yang dilakukan kepala Desa Pelita, Sabrun Usman.
APMP juga menuding Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel tidak betul-betul serius menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tingkat desa khususnya Desa Pelita Kecamatan Mandioli, Halsel.
“Kami minta Sabrun Usman segara dicopot dari jabatannya sebagai Kades Pelita Kecamatan Mandioli Utara, karena dianggap tidak transparansi kepada masyarakatnya sendiri ketika menjalankan tugasnya,” teriak Kordinator lapangan (Korlap), Risal Sangadji sembari menegaskan kalau Sabrun Usman juga tidak bertanggungjawab atas keresahan yang terjadi pada masyarakatnya sendiri.
Dibeberkan Risal, kalau massa bersama masyarakat Desa Pelita juga menganggap Pemda dalam hal ini pihak Inspektorat telah ‘bersiluman’ dengan Kades Pelita Sarbun Usman.
“Pada tahun 2018 kemarin saat pihak inspektorat turun ke Desa Pelita itu di fasilitasi oleh Sabrun Usman,” terang Risal.
Sementara itu Kepala Inspektorat Halsel, Slamet saat melakukan sharing bersama para massa aksi, mengemukakan terkait masalah di Desa Pelita, dirinya akan kembali membentuk tim khusus untuk turun ke Desa Pelita.
“Saya akan bentuk tim khusus untuk turun kembali mengaudit anggaran di tahun 2017 dan tahun 2019. Karena di tahun 2018 kemarin sudah ada. Jadi timnya akan kita bentuk supaya kita turun ke sana. Mungkin minggu depan sudah ke sana mengecek untuk tahun 2017 dan 2019 kira-kira apa saja yang sudah dilakukan,” terangnya.(adhi/red)












